Minggu, 13 November 2011

KEGAGALAN JENDELA KESUKSESAN

Pada kebanyakan orang, makna kegagalan begitu buruk bahkan bisa menjadi momok penghancur harapan. Kita harus yakin, setiap situasi apapun pasti ada faktor keberuntungan. Termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan.
Yang menjadi alasan mengapa orang tidak menikmati kegagalan adalah tertundanya waktu mereka untuk mencapai apa yang diinginkan/dicita-citakan. Sebagian orang mengisi kegagalan dengan keterpurukan, kesedihan atau yang lebih parah menyalahkan dirinya sendiri sebagai pemicu/penyebab adanya kegagalan tersebut. Tidaklah patut untuk ditiru.
Tetapi, ada sebagian orang mengisi kegagalannya sebagai ajang introspeksi diri, mencoba lebih baik lagi untuk kedepannya dengan pengalaman kegagalan yang pernah dirasai. Dan yang paling hebat, mereka bisa menjadikan situasi ini sebagai penyemangat dalam melanjutkan perjalanan menuju cita-cita, bukan sebagai pemutus asa. Itulah pola orang sukses.
Tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan. Berarti kegagalan merupakan jendela kesuksesan. Disaat semua pintu tertutup, janganlah dulu untuk berdiam diri, menyerah dan terpuruk. Lihatlah, masih ada jendela yang bisa mengeluarkan kita dari sana.
Kesimpulannya, kegagalan bukanlah penghenti cita-cita, pemutus asa dan penghancur mimpi. Jika kita bersikap terbuka, bisa jadi kita malah bersyukur karena mengalami kegagalan. Ingat, tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan dan ingatlah pula jika Allah SWT selalu bersama kita

SINGKIRKAN PRASANGKA

ketika anda memandang suatu persoalan,tanggalkan prasangka-prasangka.
Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan.

 Ia memberikan jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya.dan seburuk-buruknya jawaban ialah bila anda tak paham akan masalahnya. Biarkan fakta yang tampak di hadapan anda terima apa adanya. Jangan biarkan prasangka menyeret anda,namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila anda telah mampu melepaskan prasangka ,brarti anda telah menemukan pandangan yang lebih jernih dan keberanian untuk mengatasi masalah yang lebih besar.

Bila anda mengenakan kacamata, maka yang terlihat tetaplah mata anda,bukan kacamata anda. Keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada di balik kacamata,bukan yang ter-pantul pada cermin kacamata anda.
Demikian pula halnya dengan diri anda. Yang sesungguhnya melihat adalah hati anda melalui mata.
 Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga anda tak mampu melihat dengan baik. Usaplah prasangka sebagaimana anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan anda untuk melihat lebih jelas dan lebih jernih lagi.  

BATU BESAR

Suatu hari seorang dosen memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswanya. Dengan penuh semangat, dia berdiri depan kelas dan berkata,"sekarang waktunya untuk kuis." kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian dia mengisi ember tersebut dengan batu besar yang seukuran kepalan tangan. Dia terus mengisi hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Lalu ia bertanya:"menurut kalian,apakah ember ini telah penuh?"
semua mahasiswa serentak menjawab,"ya"
Dosen itu bertanya kembali,"Apakah demikian? kemudian dari dalam meja, dia mengeluarkan sekantong kerikil kecil. Dia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong diantara batu-batu besar itu.
Kemudian dia sekali lagi bertanya,"nah apakah sekarang ember itu sudah penuh?"
Kali ini para mahasiswa terdiam. lalu seorang mahasiswa menjawab . "mungkin tidak".
"Bagus sekali"sahut dosen itu.kemudian dia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkan ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu besar dan kerikil. Sekali lagi ia bertanya,"baiklah apakah emberini sudah penuh?"
"Belum!"sahut seluruh kelas.
Sekali lagi ia berkata ,"bagus,bagus sekali." kemudian ia meraih sebotol air dam mulai menuangkannya sampai bibir ember . Lalu ia kembali bertanya"Tahukah kalian apa maksud ilustrasi ini?"
seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata"maksudnya adalah,tak perduli seberapa padat jadwal kita ,bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti akan bisa mengerjakannya".
"Jawaban yang bagus tetapi lebih tepatnya kenyataan dari ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa bila kita tidak memasukkan BATU BESAR  terlebih dahulu , maka kita  tidak akan bisa memasukkan semuanya".

Apa yang dimaksud dengan "BATU BESAR " dalam hidup anda ? keluarga anda, pendidikan anda , hal-hal terpenting dalam hidup anda;mengajarkan sesuatupada orang lain;melakukan pekerjaan yang anda cintai;waktu untuk diri sendiri; kesehatan anda;teman anda;atau semua yang berharga.


Ingatlah untuk selalu memasukkan BATU BESAR pertama kali atau anda akan kehiangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil(semacam kerikil atau pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu . Karena dengan demikian , anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal yang besar dan penting.


Oleh karena itu, setiap pagi atau malam,tanyalah pada diri anda sendiri "APAKAH BATU BESAR DALAM HIDUP SAYA?"

LALU KERJAKAN ITU PERTAMA KALI
(PAECE!_)